Oleh Azmi Abubakar
Pengajar Sejarah Islam
Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah Swt, yang menandai awal tahun Hijriyah, sekaligus menjadi momen merenungi perjalanan spiritual kita. Usaha kita memperbaiki kualitas diri untuk terus menjadi lebih baik, akan membawa kemuliaan dan pahala di sisi Allah. Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Baqarah [2]:25:
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.”
Inilah saat yang tepat untuk bermuhasabah apakah kita hari ini lebih baik dari kemarin, lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih dekat dengan Allah. Rasulullah saw dalam banyak hadis menekankan pentingnya memperbaiki diri secara terus-menerus. Beliau bersabda dalam HR. Imam Bukhari dan Muslim:
قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْه وَسَلَّمَ: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ آمْرِئٍ مَا نَوَي
“Rasulullah saw bersabda: ‘Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niat. Dan sesungguhnya setiap orang (akan mendapatkan balasan dari) apa yang diniatkannya.”
Hadits ini menegaskan bahwa perubahan diri yang tulus dimulai dari niat yang benar. Niat untuk menjadi lebih baik dari kemarin, meskipun langkahnya kecil, merupakan amal yang besar di sisi Allah. Karenanya ketika Nabi hijrah ke Madinah, beliau berhasil membangun masyarakat yang adil, saling menghormati, dan jangan lupa bahwa beliau memulai itu semua dari diri sendiri, menata hati dan akhlak, kemudian memberi teladan bagi sahabat dan umatnya. Hal ini mengajarkan kita bahwa perubahan yang membawa dampak dan berkulitas selalu dimulai dari diri sendiri sebelum mempengaruhi lingkungan sekitar.
Dalam memuliakan dan memperingati tahun baru Hijriah harus memperhatikan hikmah atau pelajaran yang berharga dari peristiwa hijrahnya Nabi saw dan para sahabatnya, yang dapat disebutkan dalam beberapa poin penting yaitu pertama hijrah dilakukan dengan niat dan keyakinan yang teguh dan semangat tinggi untuk dapat melakukan perubahan.
Kedua hijrah dilakukan dengan cara yang arif dan bijaksana, ketiga hijrah yang sebenarnya adalah perpindahan dari keadaan yang kurang baik menuju kebaikan, keadaan yang tidak mendukung dakwah kepada keadaaan yang mendukung. Keempaat hijrah adalah perjuangan untuk suatu tujuan yang mulia, karenanya memerlukan kesabaran dan pengorbanan. Kelima hijrah adalah ibadah, karenanya motivasi atau niat adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan, keenam hijrah harus untuk persatuan dan kesatuan. Ketujuh hijrah adalah jalan untuk mencapai kemenangan.
Bulan Muharram mengingatkan kita bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi Muslim yang lebih baik. Kita belajar dari Nabi Muhammad saw bahwa kemajuan spiritual adalah proses berkelanjutan, dari niat yang benar, akhlak yang diperbaiki, hingga amal yang dilaksanakan dengan konsisten. Kita juga belajar dari penelitian modern bahwa refleksi diri dan evaluasi rutin memperkuat kualitas ibadah, memperdalam empati, dan membentuk karakter yang mulia. Maka, mari kita sambut Muharram ini dengan tekad untuk menjadi lebih sabar dalam menghadapi ujian, lebih ikhlas dalam beramal, dan lebih dekat dengan Allah daripada hari kemarin. Empat belas abad lalu, Nabi Muhammad mendeklarasikan persaudaraan kemanusiaan.
Rasulullah saw bersabda dalam HR. Imam Ahmad:
أَيُّهَا النَّاسُ: أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ. كُلُّكُمْ لِآدَمَ وَآدَمُ مِنْ تُرَابٍ. أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ، وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ، وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ، وَلَا لِأَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ، إِلَّا بِالتَّقْوَى
“Wahai umat manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, nenek moyang kalian juga satu. Kalian semua anak turun Adam dan Adam dicipta dari tanah. Ketahuilah bahwa tak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang non Arab, orang non Arab atas orang Arab, kulit putih atas kulit hitam, kulit hitam atas kulit putih kecuali dengan takwa.”
Mari manfaatkan bulan Muharram tahun ini dengan berhijrah kembali kepada fitrah kemanusiaan. Agama telah mengajarkan kita untuk berlaku baik, mencontoh teladan Rasul, berkasih sayang terhadap sesama. Mari manfaatkan bulan ini untuk terus bersemangat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Imam Al-Baghawi dalam kitab Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an menjelaskan amal saleh lebih besar pahalanya pada bulan-bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan perbuatan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di bulan-bulan selainnya.” Terakhir makam insaniyah dalam al-Quran selalu berhubungan dengan ibadah dan penyucian jiwa. Semoga Allah Swt menerima usaha kita, menjadikan kita hamba yang terus memperbaiki diri, dan menuntun kita di jalan-Nya yang lurus.
