Nabastala yang Lara

Puisi oleh Rihadhatul Najwa (XI-MIA 5)

Kala itu, nabastala tak lagi secerah harap

Hanya akara pijar yang berani menampakkan wujud

Sementara bagaskara 

lebih memilih bersembunyi dibalik kirananya

Apa yang dirasakan nabastala?

Mengapa dirinya tak secerah biasanya?

Mungkinkah goresan kecil berhasil melukai atmanya?

Apa mungkin sepi  telah membalut atma hingga dirinya merasa lara?

Wahai bagaskara…..

Kepakkanlah  sayap indah dari sinarmu 

Jangan biarkan akara pijar menguasai nabastala!

Jangan biarkan ia sepi dan luka mengharap lara!

Bagaskara, temanilah ia dengan kiranamu 

agar nabastala yang lara, menjadi arsa yang sempurna 

                                                        -DJA/September/2025-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *