Seutas puisi oleh Nasuha (Murid MTs Kelas IX-9)
Saat Katak bersuara
hujan mulai membasahi rumput- rumput
Kupu- kupu yang mengambil serbuk sari
dengan sayap yang berdengung
kunang-kunang menjadi cahaya bagi hutan
dan dedaunan yang gugur di saat musim semi
aku terduduk lesu membayangkan hal yang tak pernah aku paham
dengan suara gemuruh air yang biru
burung-burung yang berkicawan di antara pepohonan yang rindang
ranting-ranting pohon yang tergerai indah
angin yang berhembus membawa suasana yang tenang
setiap kata ku menyebut namamu
teriakan yang bergema ke seluruh mimpi
walaupun diriku memanggilmu apakah akan
ada belayan hangat untukku
jari- jemari yang akan membelaiku
ibu walau kini dirimu tak ada di hadapanku
tetap ada doa untukmu.
