Pembelajaran di Era Digital

Oleh: Naila Syakira (VIII-6)

Dimasa sekarang banyak manusia tidak tertarik lagi dengan buku, sehingga minat bacanya pun berkurang. Hal ini disebabkan karena adanya teknologi-teknologi yang canggih. Siswa-siswi lebih efektif belajar menggunakan teknologi digital, karena pengetahuannya yang luas dan mudah untuk dipahami.

Mungkin sekarang siswa sadar bahwa teknologi itu bukan sekedar untuk bermain, melainkan untuk  mencari informasi-informasi terbaru dan belajar lebih baik. Tetapi  sebagian siswa juga masih  menyalah gunakannya seperti bermain game serta dan menonton hal-hal negatif. Sebaiknya guru atau orang tua mengawasi siswa-siswi saat menggunakan teknologi digital seperti komputer atau hp.

Oleh karena itu di sekolah atau madrasah sekarang sedang digalakkan progam belajar digital. Digital  adalah suatu bentuk modernisasi  alaupun Pembaharuan dari Penggunaan teknologi yang mana sering dihubungkan dengan internet dan teknologi komputer.

Pembelajaran di era digital sudah sering kita dengar. Pembelajaran diera digital mempermudah siswa dan siswi untuk mendapatkan informasi  terbaru dan pengetahuan lainnya yang belum pernah dipelajari di kelas. Ini merupakan alternatif terbaik yang bisa dimanfaatkan di era yang serba mengandalkan teknologi.

Pembelajaran di era digital merupakan sebuah keniscayaan yang mengubah paradigma pendidikan konvesional menjadi lebin dinamis, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Teknologi digital mempermudah akses ke sumber belajar yang tak terbatas. Memungkinkan pembelajaran terjadi kapan saja dan dimana saja.

Bagi siswa, era digital belah mengubah cara belajar secara drastis. Jika dulu pombelajaran identik dengan buku, teks dan ruang kelas. Kini proses belajar meluas kelayar kaca seperti gawai. Platform daring dan berbagai sumber informasi yang hampir tak terbatas. Perubahan ini menghadirkan Pengalaman baru yang lebih fleksibel, tetapi juga menuntut kesiapan mental dan tanggung jawab yang lebih besar dan siswa itu sendiri, siswa bukan hanya objek dalam sistem Pembelajaran digital, melainkan subjek utama yang menentukan keberhasilan proses belajar.

Jadi kita sebagai siswa-siswi harus menggunakan teknologi digital dengan sebaik-baiknya agar tidak terpengaruhi oleh hal-hal negatif. Pembelajaran diera digital akan efektif jika digunakan secara seimbang. Pembelajaran berbasis digital sudah berlangsung saat ini, terutama sejak perkembangan teknologi yang semakin pesat pada masa Pandemi Covid-19 sampai sekarang. Pembelajaran berbasis ini melibatkan siswa, guru,  serta pihak sekolah dan pemerintah sebagai pendukung fasilitas dan kebijakan pendidikan.

Seharusnya pemerintah menyediakan sarana pendidikan gratis untuk memudah siswa-siswi yang kurang mampu untuk tetap menjalani pendidikan dengan baik. Hal ini dilakukan agar angka pengangguran menurun.

Disisi lain pembelajaran diera digital terkadang menyulitkan mereka yang kurang mampu, mereka kesulitan untuk membeli alat yang menunujang pembelajaran di era digital. Bagi siswa pembelajaran digital ini menghadirkan pengalaman yang lebih fleksibel dan pemikiran siswa-siswi lebin kreatif.

Menurut saya, pembelajaran diera digital akan efektif jika digunakan secara seimbang. Teknologi Sebaliknya menjadi alat bantu, bukan pengganti sepenuhnya. Peran guru juga penting sebagai pembimbing, motivator, role model, dan orang yang akan mengarahkan siswa menuju gerbang kesuksesan. Dengan pemanfaatan yang bijak, pembelajaran digital bisa meningkatkan kualitas pendidikan dan jalan mempersiapkan siswa-siswi untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Selain itu, pembelajaran di era digital juga dapat melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, mampu bekerja sama, dan terampil memecahkan masalah. Berbagai aplikasi pembelajaran, perpustakaan digital, video edukasi, hingga kelas daring memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih luas sesuai dengan minat dan bakatnya. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi. Tidak semua informasi yang beredar di internet benar dan dapat dipercaya. Oleh karena itu, siswa harus memiliki sikap bijak, kritis, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Sekolah dan keluarga juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter siswa di era digital. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mengajarkan etika bermedia digital, cara menggunakan internet secara aman, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab. Sementara itu, orang tua perlu memberikan pendampingan dan batasan penggunaan gawai agar anak tidak kecanduan media sosial maupun permainan daring yang dapat mengganggu proses belajar.

Pada akhirnya, keberhasilan pembelajaran di era digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesadaran setiap individu dalam memanfaatkannya. Teknologi merupakan sarana untuk mempermudah proses belajar, bukan tujuan utama dalam pendidikan. Jika digunakan secara bijaksana, teknologi akan menjadi jembatan menuju ilmu pengetahuan yang lebih luas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membantu menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya kita memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Jangan sampai teknologi justru membuat kita lalai terhadap kewajiban sebagai pelajar. Mari gunakan teknologi digital untuk hal-hal yang bermanfaat, memperbanyak membaca, menambah wawasan, dan berkarya demi masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat belajar, disiplin, dan pemanfaatan teknologi yang tepat, kita dapat mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih maju dan berkualitas.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *