Esok belum mengetuk pintu,
tetapi kita sudah sibuk menebak
apa yang akan dibawanya.
Akankah ada kabar baik?
Akankah mimpi yang kita simpan diam-diam
akhirnya menemukan jalan?
Atau justru ada kecewa baru
yang harus kita peluk sendirian?
Entahlah.
Esok memang punya caranya sendiri
untuk membuat manusia penasaran.
Maka malam ini,
berhentilah sebentar
menghukum diri karena hari ini
tidak berjalan sesuai rencana.
Ada hari yang memang berantakan.
Ada rencana yang kandas di tengah jalan.
Ada pesan yang tak kunjung dibalas,
nilai yang tidak sesuai harapan,
dan mimpi yang terasa semakin jauh.
Tapi hidup bukan aplikasi
yang bisa kita restart
setiap kali sesuatu berjalan salah.
Kita hanya bisa menarik napas,
mengambil pelajaran,
lalu melanjutkan perjalanan.
Pelan pun tidak masalah.
Sebab tumbuh tidak selalu
terlihat seperti pencapaian besar.
Kadang ia hanya berupa
keputusan kecil untuk tidak menyerah
ketika tidak ada seorang pun
yang tahu kita sedang berjuang.
Mungkin hari ini
kita belum sehebat yang kita inginkan.
Mungkin langkah kita masih ragu.
Mungkin keberanian kita masih separuh.
Mungkin mimpi itu masih berupa
catatan kecil di sudut buku.
Biarkan.
Tidak semua hal
harus selesai hari ini.
Ada mimpi yang membutuhkan waktu.
Ada jawaban yang membutuhkan proses.
Ada diri kita yang memang harus
melewati banyak jatuh
sebelum tahu bagaimana caranya berdiri.
Dan esok?
Esok adalah kesempatan
yang belum disentuh siapa pun.
Halaman kosong
yang belum menentukan
kita akan menulis apa di sana.
Jadi jangan takut
pada halaman yang masih putih.
Ambil pena.
Tulis satu langkah.
Kalau salah, perbaiki.
Kalau lelah, istirahat.
Kalau gagal, mulai lagi.
Karena mungkin,
hal terbaik dalam hidup kita
bukan sesuatu yang sudah terjadi,
melainkan sesuatu
yang sedang menunggu
kita berani mencoba.
Esok tidak menjanjikan semuanya akan mudah.
Tetapi esok selalu memberi alasan
untuk percaya bahwa cerita kita
belum selesai.
