Adakah Harapan Bagi Pendosa?

Sebuah opini oleh Ayatul Husna (Murid Kelas IX-10)

Hai teman-teman! pernah gak sih dipikiran kalian muncul suatu pertanyaan seperti :kalau seseorang sudah terlalu banyak terjerumus dalam dosa apakah ada harapan taubat ia diterima?
Pertanyaan ini memiliki cover yang sederhana namun memiliki arti yang mendalam dan sering membawa seseorang dalam keraguan.

Menurut saya, sangat wajar, dikarenakan pada habitatnya semua manusia itu berhak untuk bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Karena hidup manusia ini tidak pernah luput dari kesalahan, maupun itu kesalahan kecil atau kesalahan besar. Namun, Allah SWT memberi kita ruang untuk kita mendekatkan diri kepada-Nya dan memohon ampunan(bertaubat)

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 222 :
….. ان الله يحب توابين ويحب المتطهرين
“…..Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”

Ayat ini memberi petunjuk kepada kita bahwasannya Allah SWT tidak hanya menerima taubat. Namun, Allah SWT juga mencintai hambanya yang mau kembali ke jalan yang benar yaitu jalan yang ditetapkan oleh Allah. Dan juga Allah SWT menyukai hambanya yang menjaga kebersihan diri, baik secara lahir maupun batin.

Untuk kita yang sering merasa tak layak karena terlalu banyak dosa. Rasulullah punya satu pesan melalui hadist yang di mana hadist ini terdapat di Raudhah di Masjid Nabawi yang tertulis pada salah satu gerbang menuju maqam Rasulullah hadist ini singkat, namun, bermakna tegas dan kuat yaitu:
شفاعتي لاحل الكبا ءيرمن امتي
“Syafa’at ku adalah untuk pelaku dosa-dosa besar dari umatku”
Dalam hadist ini menunjukkan bahwasannya syafaat sang teladan kita bukan hanya untuk mereka yang taat, tetapi untuk kita yang sedang berjuang untuk bertaubat sebelum semuanya terlambat.

Imam Syafi’i Rahimakumullah pernah berkata:
“Aku melihat dosa-dosa ku begitu besar, tetapi ketika kusandingkan dengan rahmat Allah SWT maka rahmat Allah itu jauh lebih besar”
Maka satu-satunya yang mengendalikan hidup kita hanyalah Allah SWT. Perbaiki lah hubunganmu dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hidupmu.

Karena hidup bukanlah tentang hari ini dan esok namun hidup adalah perjalanan panjang yang kita lalui. Di dalam perjalanan yang panjang ini tidak mungkin kita seorang hamba tidak melakukan kesalahan pasti terdapat kesalahan yang kecil maupun besar namun dengan kita ingat kepada sang pencipta, kita kembali kepadanya, maka beliau akan mengampuninya.

Seseorang pernah bertanya kepada ulama besar Yaman yaitu Habib Umar bin Hafizd.
“Ya habib banyak remaja yang mengeluh bahwa mereka sulit bertaubat dari dosa dan maksiat. Seringkali mereka bertaubat namun kemudian mereka jatuh lagi pada dosa yang sama. Jadi bagaimana cara bertaubat yang sesungguhnya?”
Beliau menjawab:
“Janganlah engkau menyerah untuk bertaubat. Meskipun engkau kembali melakukan dosa 100 x dalam sehari ingatlah bahwa engkau mempunyai tuhan yang selalu mengawasimu. Ketika engkau jatuh dalam dosa dan dalam hatimu masih ada niat untuk kembali kepada-Nya maka meskipun engkau jatuh berkali-kali maka Allah akan menyelamatkanmu dari maksiat-maksiat itu entah itu setelah satu hari, satu bulan atau satu tahun. Semakin bersungguh-sungguh seorang hamba bertaubat maka Allah akan menyelamatkannya”

Kesimpulannya adalah seringkali kita sebagai hamba merasa terlalu kotor untuk mendekat dan terlalu malu untuk meminta. Sampai terkadang kita lupa bahwa sang pencipta menyukai orang yang meminta, memohon ampunan dan juga pertolongan kepadanya. INGAT! Jangan pernah memperlambat taubat karena Allah tidak pernah memperlambat kematianmu. Taubat bukanlah untuk orang yang suci tetapi untuk mereka yang sadar diri akan dosa yang dimiliki. Karena akhirat itu lebih baik dari apa yang engkau rasakan sekarang di dunia.
“MARILAH BERTAUBAT TEMAN”
Seperti kata pepatah : “Sholatlah sebelum di sholatkan”
Begitu juga dengan taubat “Bertaubatlah sebelum semuanya terlambat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *