MURID DAYAH JEUMALA AMAL KEMBALI MASUK ASRAMA “Kembali Ke Penjara Suci”

Pidie Jaya – Hari Senin suasana pasar Lueng Putu terasa sesak dan ramai. Dari pagi sudah terlihat jejeran mobil sedang bergantian masuk ke komplek Dayah Jeumala Amal. Tak lain dan tak bukan bahwa hari ini merupakan hari kembalinya seluruh murid Dayah ke “Penjara Suci”nya, setelah sekian lama menempuh masa liburan dan Study at Home.

Slogan “Kembali ke Penjara Suci” sering terdengar di kalangan murid di Indonesia ketika mereka akan memasuki gerbang Dayah (red. pesantren). Bahkan jauh sebelum itu hati sudah bergemetar dan berguncang, seakan gunung akan mengeluarkan muntahnya. Berbeda halnya dengan murid lama yang sudah bosan di rumah, ingin cepat-cepat bertemu dengan kawan dan sahabatnya.

Sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Aceh dan Kemenag Pidie Jaya, memulai kembali kegiatan belajar mengajar di masa pandemi, tepat tanggal 22 Juni 2020, murid Dayah Jeumala Amal diwajibkan untuk kembali ke Dayah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah masa pandemic ini. Setiap anak wajib membawa dan memakai masker, yang didahului dengan cuci tangan pakai sabun lanjut tembak suhu-masuk bilik siram disinfektan-semprot barang yang dipandu oleh Tim Kesehatan, gugus depan penanganan COVID Pijay, Polisi, Danramil, serta Wali Kamar dan dewan Guru .  Wali murid tidak dibolehkan masuk ke area asrama, hanya mengantar sampai masjid saja.

Setelah sekian lama berada di rumah, ada sebuah PR yang wajib dikerjakan oleh setiap murid dan guru. Yaitu, Tajdiidun Niyyah yang berarti memperbaiki niat. Beberapa hal wajib ditanyakan pada diri sendiri, saya ke Dayah mau ngapain? untuk apa aku ke Dayah? Apa yang dapat saya banggakan kelak nanti? Dan lainnya. Jangan sampai jasadnya di Dayah tapi hatinya masih tertingga di rumah, rindu dengan TV, Hp, main game, jalan-jalan, dan berbagai macam hal lainnya. Jangan sampai lupa apa tujuan utama kita. Dan akhirnya, jangan lupa Tajdiidun Niyyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.