Saja

Seutas puisi oleh Thasoedi (Guru MTs)

Sudahkah?

Sudah patuhi saja

Iya? sudah iyakan saja

Bagaimana jika? Bisa tidak kamu iyakan saja

Aku….

Kau ini. Sudah. Iyakan saja

 

Semua bermula saat ketiadaan itu merambat masuk melalui urat lehermu itu

Sudah kuperingatkan jauh hari, berulang kali, berjuta-juta kali

Kalau sudah begini

Nikmati saja

Mereka dan kita tak ayalnya dua sisi koin

yang satu berlambang garuda, satunya lagi terbakar, atau tergesek di jalanan kota yang sangat megah itu

 

Hentakan kaki di lantai

Jemari wujud baru perangai

Bulu hidung melambai-lambai

Senyum sebagai perisai

 

Tuan dan puan

Berdatangan tanpa undangan

Sedikit anggukan, kemudian jabat tangan

Bersama dipersatukan, bukan?

 

Di pantai buih, di bibir juga

Di awan hujan, di pipi juga

Di hutan hewan, disini juga

 

Kawan.

Untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri adalah sebuah seni

Sering-seringlah kau berterimakasih pada badan dan otakmu itu.

Minimal seratus juta tahun sekali.

 

31 Agustus 2026_DJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *