Karya: Muhammad Nizarullah
Di ujung persimpangan jalan
Langkahku terhenti membisu
Menyisakan sisa sendu
Di tengah pendar matahari jingga
Sebentar lalu, kaki ini masih merambah
Dalam debur ombak yang pecah
Masih menikmati hari yang ranum
Bersama awan berarak
Saat malam sempurna menjemput
Pikiranku mengulur sabar
Menanti kehampaan kembali hinggap
Berpapasan dengan diafragma semesta
Terpisah antara aku
Dengan pengampunan-Mu
Tuhan…
Aku sudah terlanjur jauh menyelam
Dalam laut dosa tanpa dasar
Bukan tak sadar tertohok ombakmu
Berliuk-liuk menghujam batinku
Tapi, Tuhan…
Aku malu menelisik kembali jalanmu
Akankah bulir hangat ini
Membawaku pulang?
Membuka ulang jalan kasihmu
Aku rindu, Tuhan…
Rindu ketenangan
Yang sempat hinggap
Menenangkan batin penuh pengap
Jika Engkau berkenan,
Akui pendosa ini
Sebagai hamba-Mu
Tuk isi kembali kalbuku
Dengan denting dawai cintamu
Jika tidak…
Tuntun aku menerima ketetapan-Mu
Hingga jiwa ini terisi ikhlas seutuhnya
Bersemayam dalam relung hampa.
Negeri Laksamana, 2026
