Seutas Puisi oleh Thasoedi (Guru MTs)
Bukan tentang jam yang berjalan,
tapi tentang tangan yang melepas
pagi lebih awal dari matahari.
Di pintu titipan itu
anak-anak belajar menunggu— pelajaran pertama
yang tidak ada di kurikulum.
Berita jam tiga sore
menyebut angka: berapa gerbong,
berapa meter rel yang terlambat berhenti.
Tidak menyebut siapa yang membawa bekal
untuk makan siang yang
tidak sempat.
Kota ini hidup dari punggung yang bergerak, tapi tidak ada patung untuk perempuan yang pulang dalam berita.
