Teks Ulasan Karya Fiksi “Karang di Lautan Hati”

Sebuah teks review Cerpen karya Hanaf Abdu oleh Amru Azzam (Kelas VIII-4)

Cerita yang berjudul “karang di lautan hati” adlah cerpen yang mengisahkan seorang anak yang mengalami perpisahan dengan banyak orang yang di cintai yang memaksakan seorang anak yang masih berusia belia tapi harus berani dalam menerima keteguhan hati yang di sebabkan karna kedua orang tuanya yang memilih jalan mereka masing masing. Sang anak rela di tinggalkan di pangkuan ayah yang bekerja sebagai nelayan aktif, sedangkan ibunya yang asik mengejar hati yang lain. Dan cerita ini mengisahkan perasaan emosional sang anak yang harus menahan ujian yang bertubi- tubi, bukan karna tidak mendapatkan kasih sayang,tapi karena tantangan ekonomi yang memaksanya bertahan daripada keinginanya untuk meraih semesta,cerita ini memadukan realitas dengan unsur imajinatif, sehingga terasa unik dan mengundang emosionalitas.

Tema yang digunakan dalam cerita ini menggambarkan perasan hati dan pengorbanan serta peran keluarga bagi anaknya. Pengarang menunjukkan bahwa kesbaran harus di terpa setebal karang demi menghadapi perihnya kehidupan. Alur cerita ini berjalan maju mundur yang membuat pembaca nya dapat memahami betapa sulitnya mereka yang tak mampu menjalani kehidupan, seketika pembaca akan larut dalam labuhan emosional penuh makna untuk pantang menyerah.

Tema yang di angkat tergolong lama karna berkaitan dengan perasaan emosional dan mengajarkan bagaimana peran orang tua yang di sayanginya yang harus mendukung dan mendorong impian anaknya yang dapat dijadikan referensi bagi para orang tua maupun anak karna persatuan antara orang tua dengan anak dapat menjadi tameng yang penuh kasih. Cerita berikut sering didengar karena bermanfaat dan dapat di ambil pelajaran bagi masayarakat dan dapat di jadikan referensi sosial.

Sang anak dalam cerita ini memiliki watak dengan hati yang tabah dan cepat memahami kondisi yang di alaminya walaupun harus jatuh dalam terpaan ombak, tetapi hatinya tetap bertahan seperti karang yang sulit dihancurkan. Dan peran “Mak” yang selalu mendukungnya tanpa memedulikan kondisinya sampai sang anak atau yang di panggilnya “Alvan” berhasil dan berjaya di pendidikannya.

Amanah yang di sampaikan dari cerpen ini yaitu menyampaikan hikmah bahwa tetap tegak dalam menghadapi masalah baik itu tekanan dari orang tersayang dan yang harus di hadapi sebagaimana menghadapi ombak penghancur kehidupan. Walaupun hidup ini penuh tantangan, kita harus menghadapinya dengan hati yang kuat,tetap bangkit walupun runtuh bersama senja.dan percayalah, jika semua itu dijalankan,niscaya pintu samudera akan terbuka lebar menuju impian sebgai hasil akhir dari usaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *