Azmi Abubakar (Pengajar Sejarah Islam)
Kitab Periasan Bagus Bagi Anak-anak Perempuan karya Habib Usman Yahya merupakan risalah adab dan pendidikan akhlak yang ditujukan terutama kepada anak-anak Perempuan. Kitab ini juga sesuai bagi anak laki-laki dan masyarakat luas. Disusun dengan bahasa yang sederhana, langsung, dan sarat dengan pesan moral. Sejak awal, Habib Usman Yahya telah menegaskan arah dan tujuan risalah ini. Setelah mukadimah dan syair pembuka yang membandingkan perhiasan lahiriah dengan perhiasan batiniah
:ڤرياسن مس کدوا اينتن
ݢونا چوما منچوکوڤکن
سديکيت هاري دتيڠݢلکن
ڤرياسن باݢوس موده داڤتڽ
ڤراونتوڠن ليم دڤيرولهڽا
باݢي يڠ باچ باپق ݢوناڽ
دنيا اخرة دداڤتكنڽ
Perhiasan mas kedua intan
Terlalu sukar didapatkan
Guna cuma mencukupkan
Sedikit hari ditinggalkan
Periasan bagus mudah dapatnya
Peruntungan lima diperolehnya
Bagi yang baca banyak gunanya
Di Dunia Akhirat didapatkannya(Habib Usman bin Abdullah, Periasan Bagus bagianak-anak Perempuan, Maktabah wa Mathba’ah Ahmad bin Said wa Auladuh, Surabaya, Indonesia, 1894, h. 1).
Selanjutnya, Habib Usman Yahya menjelaskan secara rinci sebab dinamakan risalah ini Periasan Bagus, yakni karena isinya menjadi perhiasan akhlak yang sejati. Beliau kemudian menyusun pokok-pokok ajaran kitab ini, antara lain: kewajiban orang tua mengajarkan agama kepada anak-anak, kewajiban anak berbakti dan taat kepada kedua orang tua, kewajiban mendirikan salat lima waktu serta dosa besar meninggalkannya. ciri-ciri perempuan yang beruntung, aturan dan adab dalam rumah tangga, perihal perempuan yang telah bersuami dalam mengurus dan memelihara anak-anak, tuntunan berzikir kepada Allah Ta‘ala.
Habib Usman juga menjelaskan cara menjauhi perbuatan dosa, adab perempuan ketika keluar dari rumah. Adanya larangan syarak terhadap kesombongan dalam berpakaian, keharaman mengumpat dan melakukan namimah (adu domba), keharaman judi dan segala bentuk penipuan, keharaman mencuri, keharaman mendengar bunyi-bunyian yang diharamkan, keharaman meminum minuman yang memabukkan; serta larangan melakukan bid‘ah yang menyesatkan.Beliau melanjutkan dengan penjelasan bahwa risalah kecil ini menghimpun beberapa hadis Nabi Muhammad yang berkaitan dengan pengajaran kebajikan, disertai dengan berbagai perkara ilmu dan nasihat adab.
Seluruh ajaran tersebut dipindahkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu Betawi, dengan sebagian ayat atau hadis tidak lagi disebutkan lafaz Arabnya, melainkan disampaikan maknanya secara langsung, agar mudah difahami oleh pembaca.Bahwa seluruh ayat, hadis, dan penjelasan dalam kitab ini dinukil dari kitab-kitab yang muktabar dan dapat dipercaya. Menurut Habib Usman Yahya, pengajaran dalam kitab ini akan menghasilkan lima rupa keuntungan besar bagi siapa saja yang mempelajarinya dan mengamalkannya sebagaimana disebut di awal pembuka kitab ini.Beliau kemudian mengingatkan seseorang yang memiliki kelakuan jahat, meskipun berasal dari keturunan yang baik atau keluarga terpandang, maka kejahatan akhlaknya itu akan merendahkan derajatnya, menghilangkan kepercayaan orang lain, merusak namanya, dan menimbulkan kebencian di hati masyarakat.
Sebaliknya, keuntungan besar yang kedua dan paling nyata dari pengajaran kitab ini adalah terbentuknya perangai yang baik, yakni berbudi bahasa, berkata dengan tutur yang halus, banyak bersabar, memiliki rasa malu, tidak dengki, tidak dendam, tidak busuk hati, tidak suka bermusuhan, tidak gemar mencela, tidak mengumpat, dan tidak menyakiti orang lain dengan lisan.Dalam Pasal yang kedua belas Habib Usman berpesan: menyatakan ayat Al-Quran dan Hadis Rasulullah tentang haram mengumpat. Adapun mengumpat itu dosa besar telah ditegah oleh Allah Swt di dalam Al-Quran dan telah dirupakan oleh Allah taala itu makan daging orang yang diumpat padanya. (Habib Usman bin Abdullah, Periasan Bagus bagi anak-anak Perempuan, Maktabah wa Mathba’ah Ahmad bin Said wa Auladuh, Surabaya, Indonesia, 1894, h. 1).
Habib Usman Yahya menegaskan bahwa inilah perangai para nabi, para wali, dan orang-orang saleh. Barang siapa dikaruniai akhlak seperti ini, maka segala perbuatannya pun akan cenderung kepada kebaikan. Dengan akhlak tersebut, seseorang akan memperoleh seluruh kebajikan yang telah disebutkan dalam kitab ini, dan kelak di akhirat akan dianugerahi kesenangan surga serta keridaan Allah Swt. Sebaliknya, orang yang berperangai jahat akan menuai segala kerugian yang telah diperingatkan, baik di dunia maupun di akhirat.Rincian adab yang begitu luas ini menunjukkan bahwa Habib Usman Yahya Betawi memiliki tekad besar untuk membentuk masyarakat yang lebih baik, tertib secara moral, dan kuat secara akhlak.
Masyarakat yang diidealkan dapat menjadi periasan hiasan dan teladan bagi masyarakat lainnya. Perempuan, dalam pandangan beliau, memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan watak keluarga dan generasi. Karena itu, perempuan ditempatkan sebagai sasaran utama nasihat, tanpa menutup pintu bagi laki-laki untuk turut mengambil manfaat.
Sebagai penutup, Periasan Bagus Bagi Anak-anak Perempuan dapat dibaca sebagai kitab nasihat rumah tangga atau akhlak Perempuan. Alhasil kitab ini menjadi bagian dari rujukan pendidikan karakter. Habib Usman Yahya berhasil memadukan dalil, sastra, dan nasihat praktis. Habib Usman menegaskan bahwa perhiasan sejati bukanlah emas dan intan yang fana, melainkan akhlak yang baik, yang menjadikan seseorang mulia di mata manusia dan beruntung di sisi Allah Swt, di dunia hingga ke akhirat.
