Jeumala Amal – Lueng Putu,(20/01/2026) Dayah Jeumala Amal memperingati Hari Ulang Tahun ke-38 dengan menggelar serangkaian kegiatan, diantaranya adalah serasehan dan kuliah umum bertema “Penguatan Prestasi, Kemandirian, dan Inovasi Dayah Menuju Eco-Agro-Wisata Berkelanjutan” di Masjid Raudhatuz-Zahra, Komplek Putra DJA, pada Senin (20/1/2026).
Puncak peringatan HUT DJA ditandai dengan penyerahan bibit pohon melinjo secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Aceh, Thasrif Murhadi kepada DJA sebagai bentuk dukungan program Ecopark yang berkelanjutan. Penyerahan bibit melinjo ini menjadi bagian penting dari upaya reboisasi yang bertujuan sebagai wadah merawat alam sekaligus pencegahan banjir.
Pemilihan pohon melinjo sebagai tanaman reboisasi didasari tiga pertimbangan strategis. Pertama, pohon melinjo memiliki kemampuan carbon capture untuk menyerap emisi karbon. Kedua, melinjo merupakan kearifan lokal (local wisdom) Aceh yang sarat dengan nilai keacehan. Ketiga, tanaman ini memiliki nilai ekonomis tinggi, khususnya di Aceh.
Sebelum acara puncak peringatan HUT DJA dilaksanakan, terlebih dahulu digelar kuliah umum yang diikuti oleh murid kelas IX MTsS Jeumala Amal, X, XI, dan XII MAS Jeumala Amal, serta guru dan karyawan DJA. Kuliah umum ini bertujuan meningkatkan semangat kewirausahaan berbasis agrikultur dan peternakan, sekaligus menggalakkan reboisasi sebagai upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana banjir.
Sesi pertama kuliah umum menghadirkan Sandi Rahmat Sholeh, Deputi Islamic Ekosistem BSI Aceh, dengan materi “Integrasi Eco-Agri-Wisata Dayah dalam Penguatan Ekonomi Syariah dan Intermediasi BSI di Aceh.”
Dalam pemaparannya, ia mengupas tentang bagaimana dayah di Aceh kini bertransformasi menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah melalui pengelolaan unit usaha yang terintegrasi dengan sektor-sektor lokal. “Eco-Agro-Wisata ini sebagai model pengembangan yang menghubungkan pertanian berkelanjutan, pariwisata halal, dan pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan nilai tambah ekonomi lokal,” pungkasnya.
Sesi kedua dibawakan Muhammad Aman Yaman, Wakil Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh, yang memaparkan materi “Pengembangan Usaha Peternakan Itik Petelur Komersial Melalui Kemandirian Pakan dan Hilirisasi Produk Telur.”
Setelah serangkaian kegiatan terlaksana, seluruh pemateri, tamu undangan, dan segenap civitas akademika DJA melakukan serasehan di ruang pertemuan sembari menikmati hidangan yang sudah disajikan.[]
