Pidie Jaya, 19 Agustus 2025 – Dayah Jeumala Amal (DJA) Lueng Putu menjadi tuan rumah kegiatan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2025, sebuah acara kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Aceh Syariah. Acara yang berlangsung meriah sejak pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh 1.200 murid serta 150 guru dan karyawan.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs. Mahdi Efendi mewakili Gubernur Aceh, Kepala OJK Provinsi Aceh Bapak Daddi Peryoga, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., Wakil Bupati Hasan Basri, ST., MM., Direksi PT Bank Aceh Syariah Bapak Hendra Supardi, serta narasumber dari LPS, Bapak Aditya Ery Wibowo.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Aceh Daddi Peryoga menekankan pentingnya menabung sebagai wujud perencanaan hidup yang matang. Ia mengangkat kisah dalam Surah Yusuf ayat 46–49, tentang perencanaan keuangan di masa paceklik yang dilakukan Nabi Yusuf AS. “Kita harus mempersiapkan masa depan dengan sebaik-baiknya. Menabung bukan sesuatu yang membosankan, malas, atau payah, melainkan bentuk kedisiplinan dan kesiapan menghadapi tantangan hidup,” ujarnya.
Beliau juga mencontohkan negara-negara maju seperti Eropa, Tiongkok, Jepang, Australia, hingga Amerika Serikat yang sukses karena budaya menabung, disiplin, serta perencanaan jangka panjang. “Hari Indonesia Menabung bukan sekadar seremoni, tapi harus menjadi mindset hidup. Kehidupan ke depan tidak mudah, apalagi dengan tantangan baru seperti perkembangan Artificial Intelligence (AI). Karena itu, rajin belajar, disiplin, ibadah, serta menabung adalah kunci menghadapi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Dayah Jeumala Amal dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa literasi keuangan merupakan bagian penting dari pendidikan generasi muda. “Dayah Jeumala Amal mendukung penuh budaya menabung dan perencanaan keuangan. Kami percaya, murid-murid yang memiliki pemahaman literasi keuangan sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang mandiri, visioner, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.
Kegiatan ini diakhiri dengan penanaman semangat menabung bagi seluruh murid DJA, diikuti simbolisasi pembukaan rekening menabung massal bersama Bank Aceh Syariah. Antusiasme terlihat dari ribuan murid yang berbaris untuk berpartisipasi dalam gerakan menabung, sebuah langkah nyata membangun budaya perencanaan keuangan sejak dini.
Dengan hadirnya ribuan peserta, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga gerakan nyata dalam membentuk budaya menabung, disiplin, dan perencanaan masa depan bagi generasi Aceh.
