Dayah Jeumala Amal memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan menggelar upacara bendera yang dipimpin oleh IPDA Muhazi, SH (NRP 77070171), Kasubba grenprograr Bagren Polres Pidie Jaya, sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, IPDA Muhazi menyoroti peran besar Aceh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Para syuhada dan pahlawan Aceh telah memadukan semangat jihad fi sabilillah dengan perjuangan kemerdekaan, sehingga pantas Aceh dijuluki sebagai pintu gerbang kemerdekaan,” ujarnya.
Beliau menekankan bahwa tantangan generasi saat ini berbeda dengan masa lalu. “Dulu kita melawan penjajah, sekarang kita harus melawan kebodohan, kemalasan, narkoba, dan pergaulan bebas,” tegasnya.
IPDA Muhazi mendorong seluruh santri Dayah Jeumala Amal untuk menjadi pemimpin yang beriman, berkarakter, dan disiplin dalam segala aspek kehidupan. “Jadilah teladan dalam kedisiplinan, ibadah, dan kehidupan bermasyarakat. Hindari narkoba, jadilah generasi yang sehat, produktif, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh civitas akademika Dayah Jeumala Amal untuk menciptakan lingkungan yang aman, toleran, dan damai, serta berkontribusi bagi kemajuan Republik Indonesia. “Tanamkan rasa disiplin, hormati orang tua dan guru, serta setia kepada negara. Jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Mari isi kemerdekaan dengan prestasi,” tutupnya.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh para Pimpinan, ustadz, murid, serta staf Dayah Jeumala Amal. Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk semangat nasionalisme dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa. (Artikel Ini telah terbit di Serambi News)
