Sebuah Puisi Oleh Ayatul Husna (Murid Kelas IX-10)
Tanah yang tidak akan lebih disapa oleh doa
Dimana langit pun bersujud bersama
Angin membawa salam dari ribuan lidah
Yang bergema antara ka;bah dan raudhah
Uluran tangan yang diiringi tetesan air mata
Memandang bangunan gagah di depan mata
Seorang hamba yang menangis tersedu-sedu
Yang sedang melepaskan semua rindu
Terlihat kaki lelah dan hati yang pasrah
Para insan sedang melakukan tawaf
Tawaf bukanlah hanya sekadar putaran
Melainkan perjalanan kembali meninggalkan semua beban
Tangan yang terangkat hati yang terbuka
Air mata luruh tanpa lara
Sebab engkau bukan hanya sekadar bangunan
Tapi perjumpaan antara hamba dan Rabb-Nya
Deretan shaf berjajar rapi
Saat azan berkumandang dalam sunyi
Ini bukan tentang hari esok atau nanti
Melainkan tentang tujuan kita kedepannya nanti
