Lueng Putu, Rabu, (6/8) Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, M.Tr. (Han). Mengisi acara kuliah umum yang dilaksanakan di Kampus 2 Dayah Jeumala Amal pada 06 Agustus 2025. Kuliah umum kali ini menekankan pentingnya berwawasan kebangsaan dengan tema: “Membangun Generasi Tangguh: Mengintegrasikan Disiplin, Akhlak Mulia, dan Iptek untuk Masa Depan Bangsa.”
Dalam paparannya, Pangdam IM menekankan bahwa generasi muda Indonesia harus memiliki tiga pilar utama untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pertama, disiplin sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, yang mencakup ketaatan terhadap aturan, konsistensi dalam bertindak, dan komitmen terhadap tanggung jawab.
Kedua, akhlak mulia yang menjadi kompas moral dalam mengambil keputusan, termasuk kejujuran, integritas, dan rasa empati terhadap sesama.
Ketiga, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang tidak hanya sebagai alat untuk kemajuan, tetapi juga sebagai instrumen untuk membangun peradaban yang bermartabat.
“Ketiga elemen ini tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus diintegrasikan secara harmonis untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi dinamika global,” tegas Pangdam Iskandar Muda.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya menjaga semangat kebangsaan di tengah arus globalisasi yang dapat mengikis nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam Iskandar Muda juga memberikan peringatan keras terhadap berbagai perilaku destruktif yang dapat merusak generasi muda. Beliau secara tegas melarang keterlibatan siswa dalam penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, tawuran, dan tindakan premanisme yang dapat menghancurkan masa depan bangsa.
“Narkoba adalah bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan negara!” ujar Meyjen TNI Niko Fahrizal dengan suara lantang, sambil mengutuk keras praktik peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, mereka yang terlibat dalam jaringan narkoba adalah “pengkhianat” yang telah mengkhianati cita-cita luhur bangsa Indonesia.
Pangdam menekankan bahwa perilaku-perilaku negatif tersebut tidak hanya merusak individu, tetapi juga mengancam ketahanan nasional dan masa depan generasi penerus. “Jangan biarkan diri kalian menjadi korban atau bahkan pelaku dari tindakan-tindakan yang merusak moral dan martabat bangsa,” tegasnya kepada seluruh peserta kuliah umum.
