Jadi Tuan Rumah KSM 2022, Murid DJA Dominansi Juara Tingkat Kabupaten

Oleh: Muhammad Karnafi, M.Pd

Sejak tahun 2018 hingga sekarang, Kompetisi Sains Madrasah (KSM) telah diselengarakan dengan menggunakan bantuan teknologi (computer based test), di mana sebelumnya tahun 2017 dilaksanakan secara manual (paper based test). Kompetisi Sains Madrasah diperuntukkan untuk semua jenjang pendidikan yang bernaung di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag-RI) melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA). Sinergiknya, Kementerian Agama Republik Indonesia tidak membatasi hak akses untuk sekolah tertentu. Dengan kata lain, madrasah swasta dan negeri termasuk di dalamnya Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berpayung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan turut serta dalam kompetisi tersebut.

Seiring demikian, Kementerian Agama Republik Indonesia kembali mengadakan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) pada tahun 2022 yang dimulai dari Tingkat Satuan Pendidikan sejak tanggal 11 – 20 Juli lalu. Pada tahap ini, masing-masing madrasah menetapkan peserta sesuai dengan bidang kompetisi yang akan diikutsertakan. Pada tanggal 13 – 16 Juli dan 6 Agustus, masing-masing madrasah diperbolehkan mendaftar dan mencetak kartu ujian serta mengunduh aplikasi CBT melalui akun masing-masing. Kemudian, tanggal 9 – 11 Agustus 2022 merupakan tahap ujicoba yang diselenggarakan oleh masing-masing kabupaten/kota pada satuan pendidikan yang dipilih atau ditunjuk kemudian oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. Perhelatan KSM tingkat kabupaten, untuk Kabupaten Pidie Jaya dilaksanakan mulai 13 – 15 Agustus, dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah diatur panitia pusat yang terpusat di Lab Komputer MTs Jeumala Amal, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.

Jauh sebelum perhelatan di tingkat kabupaten dilangsungkan, MTsS dan MAS Jeumala Amal telah melakukan seleksi untuk menentukan peserta dari masing-masing kompetisi yang diikuti. Peserta MTsS dan MAS Jeumala Amal tentu memiliki cara tersendiri untuk meraih prestasi yang InsyaAllah akan sampai tingkat nasional. Penguatan dan pendalaman materi dilakukan seefektif mungkin hingga peserta siap dalam menghadapi saingan yang hadir dari berbagai madrasah. Alhasil, perjuangan yang selama ini diikhtiarkan dapat mengharumkan nama almamater MTsS dan MAS Jeumala Amal. Sehari sesudah peringatan HUT kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke-77, pengumuman pemenang kompetisi tingkat kabupaten dipublikasikan melalui portal dan akun KSM masing-masing madrasah.

Memang, usaha tak pernah mengkhianati hasil. Ibarat kata, apa yang kau tanam itulah yang kau tuai. Usaha sungguh-sungguh dari murid MTsS dan MAS Jeumala Amal telah membuahkan hasil gemilang walau perhelatan baru dimulai tingkat kabupaten. Untuk tingkat Tsanawiyah, juara 1 cabang IPS Terpadu Terintegrasi atas nama Jibran Muhtadi disusul Attaya Khanza Rizkillah pada cabang yang sama memperoleh juara 3 dan Thariq Mubarak serta Nafla masing-masing mendapat juara harapan 2 dan 3.

Selanjutnya, untuk tingkat Aliyah, juara 1 dan 3 untuk cabang Geografi Terintegrasi diraih oleh Khairan Rafi dari kelas XI MIA 2 dan Nanda Novira dari kelas XII MIA 7. Kemudian, peserta atas nama Riska Fitria dari kelas XI MIA 1 mendapat juara 1 untuk cabang Biologi Terintegrasi. Disusul oleh Sayid Misyhal Ardhi dari kelas XII MIA 1 yang memilih cabang lomba Ekonomi Terintegrasi juga memperoleh juara 1.  Tidak kalah saing pula cabang Matematika Terintegrasi mendapat juara 2 yang direbut oleh peserta atas nama Mulya Salsabila dari kelas XII MIA 7. Kemudian, yang terakhir adalah cabang Fisika Terintegrasi mendapat juara 3 yang diperjuangkan oleh peserta atas nama Raudhatul Fuad dari kelas XII MIA 4.  

Perjuangan dalam even KSM belum usai, jalan kompetisi ini masih terbentang panjang untuk mencapai acara puncak yang dilaksanakan di tingkat nasional yakni di Jakarta pada tanggal 10 – 14 Oktober 2022 (agenda panitia apabila tidak ada perubahan). Pembinaan terpadu dan mendalam terus mendapat perhatian dari masing-masing guru pembimbing yang tidak pernah membatasi waktu dan tidak pula mengenal lelah. Semangat yang sama juga dimiliki oleh seluruh peserta kompetisi untuk memacu adrenalin sehingga doa, usaha, dan upaya membuahkan hasil cemerlang dapat membawa harum nama MTsS dan MAS Jeumala Amal atau Dayah Jeumala Amal untuk tingkat nasional.[]

   

Leave a Reply

Your email address will not be published.