Sebuah refleksi kebahasaan oleh Thasoedi (Guru MTs)
Beberapa waktu lalu, saya sedang mengoreksi tugas menulis dari anak-anak di kelas. Ada satu hal yang selalu membuat saya tersenyum sendiri: judul. Banyak dari mereka menulis judul dengan huruf kapital semua, misalnya “HARI YANG MENEGANGKAN” atau “KENANGAN DI PANTAI”. Waktu saya tanya kenapa ditulis begitu, mereka menjawab polos, “Karena judul itu harus keren, Pak. Kalau hurufnya kecil nggak enak dilihat.”
Dari situlah saya sadar, masih banyak yang belum benar-benar memahami aturan kapitalisasi judul dalam PUEBI. Mari kita pelajari pelan-pelan, seperti kita sedang duduk bersama di kelas.
Bayangkan sebuah judul seperti kotak hadiah. Isinya tentu hal-hal penting. Maka, kata-kata yang penting dalam judul ditulis kapital di huruf awalnya.
Kata-kata penting itu biasanya berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata bilangan.
Contoh judul yang penulisannya benar:
- Laskar Pelangi
- Anak Semua Bangsa
- Perahu Kertas
- Kisah Tanpa Akhir
- Rumah di Tengah Hutan
Setiap kata yang punya makna penting diberi “kehormatan” huruf kapital.
Ada juga kata yang tidak perlu kapital. Ini disebut kata tugas—kata-kata kecil yang fungsinya menghubungkan, bukan memberi makna inti. Jadi, kata-kata ini tidak perlu kapital, kecuali berada di awal judul.
Kata tugas itu seperti:
di, ke, dari, yang, dan, atau, dalam, untuk, kepada, serta.
Contoh:
- Surat Kecil untuk Tuhan
- Dia yang Berjalan di Atas Awan
- Pulang ke Rumah Nenek
- Cerita tentang Kita
Bandingkan dengan yang salah:
- Surat Kecil Untuk Tuhan ❌
- Pulang Ke Rumah Nenek ❌
- Cerita Tentang Kita ❌
Contoh judul yang familiar
| Benar | Salah |
|---|---|
| Hujan di Bulan Juni | Hujan Di Bulan Juni |
| Surat dari Ibu | Surat Dari Ibu |
| Cinta di Era Digital | Cinta Di Era Digital |
| Cerita untuk Hari Ini | Cerita Untuk Hari Ini |
| Siapa yang Datang Semalam? | Siapa Yang Datang Semalam? |
Saya sengaja memakai contoh yang sering muncul di film, drama, atau tulisan sehari-hari agar lebih mudah dibayangkan.
Saya sering mengatakan kepada murid-murid:
“Judul yang rapi membuat tulisanmu terlihat lebih berwibawa.”
Judul adalah wajah sebuah karya. Kalau ditulis asal-asalan, pembaca bisa langsung menilai bahwa penulisnya kurang teliti. Tapi kalau kita menulisnya sesuai kaidah, bukan hanya terlihat rapi, tetapi juga menunjukkan bahwa kita menghormati bahasa kita sendiri.
