Banda Aceh – Senin, (26/10/2026) Semangat prestasi dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda ditunjukkan oleh empat utusan MAS Jeumala Amal dalam ajang Pemilihan Duta Pelajar Anti Narkoba tingkat Provinsi Aceh. Keempat utusan Duta Antri Narkoba yaitu Izamul Hadi, Rizky Alfatan, Muhammad Rifki dan Muhammad Rayyan. Keikutsertaan mereka menjadi langkah positif dalam mengembangkan potensi diri sekaligus mengambil bagian dalam gerakan pencegahan narkoba di kalangan pelajar.
Kabar bahagia datang dari dua delegasi yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang tersebut. Rizky Alfatan meraih penghargaan Duta Intelegensi, sedangkan Muhammad Rifki meraih penghargaan Duta Inspiratif. Capaian ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar MAS Jeumala Amal dan menunjukkan bahwa santri memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Kategori Duta Intelegensia yang diraih Rizky Alfatan menjadi momen diterima dalam perjalanan prestasinya. Tidak ada inisiatif yang menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir, memperluas pengetahuan, dan memanfaatkan kecerdasan untuk hal-hal yang bermanfaat.
Sementara itu, Muhammad Rifki yang meraih penghargaan Duta Inspiratif, sebuah pencapaian yang diharapkan dapat menjadi dorongan untuk terus menebarkan pengaruh positif di lingkungan pergaulan. Menjadi sosok yang inspiratif tidak hanya berkaitan dengan penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dengan kemampuan memberikan teladan, menumbuhkan semangat, dan mengajak orang lain melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Keduanya diharapkan dapat membawa nilai-nilai positif tersebut ke lingkungan madrasah dan asrama, serta menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk berani menunjukkan potensi diri. Prestasi ini mengingatkan sekaligus bahwa setiap santri memiliki kesempatan untuk berkembang melalui minat, bakat, kerja keras, dan keberanian mengambil peluang.
Dalam konteks tersebut, keikutsertaan delegasi MAS Jeumala Amal menjadi pengalaman yang bernilai. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman mengikuti ajang tingkat provinsi, tetapi juga berkesempatan memahami pentingnya peran pelajar dalam menyuarakan kebaikan pesan dan membangun kesadaran sosial.
Bagi Dayah Jeumala Amal, pendidikan tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, penguatan akhlak, dan pengembangan potensi peserta didik. Partisipasi santri dalam kegiatan di luar madrasah menjadi salah satu kesempatan untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan keberanian menghadapi tantangan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pendidikan Islam yang mengajarkan pentingnya menjaga diri, menghindari hal-hal yang membahayakan, serta menggunakan masa muda untuk kegiatan yang bermanfaat. Santri diharapkan mampu menyeimbangkan ilmu pengetahuan, akhlak, dan kepedulian sosial sehingga kehadirannya membawa manfaat bagi lingkungan.
Prestasi yang diraih Rizky Alfatan dan Muhammad Rifki juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seluruh delegasi patut diapresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka dalam ajang ini. Selamat atas pencapaian yang diraih. Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi, dan berani menjadi bagian dari gerakan mewujudkan Indonesia yang sehat serta bebas narkoba.
