Seutas puisi larut malam oleh Thasoedi (Guru MTs)
Berjalan, berbuatlah
berdampingan, tuliskan
berlagaklah semaumu, jika mampu
sejatilah yang dilakukan jika bukan untuk mata manusia
sucilah niat jika didasari fi sabilillah
akhir riwayat yang hidup saat sakaratul maut
helaan napas, indah wajah
mata sinis, pikiran picik
tak satupun dari qudrat baharu seperti kita
Al-Furqan menegaskan
“Maka, yang mana satu diantara nikmat-nikmat Tuhan kamu yang kamu hendak dustakan?”
Seseorang
dunia berubah
dapat kau rasakan di air, dapat juga kau hirup di udara,
dunia berubah sangat cepat
seseorang
kita tidak punya kehendak apa-apa untuk perkara hukuman dan kematian
tidak juga cukup bijak menelusuri maha kuat-Nya
seseorang
banyak yang menyerukan kita layaknya asteroid yang menyebabkan kepunahan masa keempat
benar adanya kekhawatiran para malaikat seperti yang sudah tertera di lembaran-lembaran sempurna itu
seseorang
rendahlah kita dari binatang jika tidak mau berpikir
