Di Antara Sujud dan Cita-Cita

Di antara fajar yang perlahan merekah
ada langkah-langkah kecil menuju berkah
Menyusuri lorong ilmu dengan hati yang tabah
menyimpan cita-cita di balik wajah yang sederhana

Santri,
kau belajar membaca bukan hanya aksara
tetapi juga kehidupan dan maknanya
Kau mengeja kitab dengan penuh kesungguhan
seraya menata akhlak sebagai pakaian kehidupan

Di sepertiga malam
ketika dunia masih terlelap dalam diam
doa-doamu terbang bersama harapan
memohon ilmu yang bermanfaat dan hati yang menawan

Tak selalu jalanmu bertabur kemudahan
ada rindu yang kau simpan dalam kesunyian
ada lelah yang tak sempat kau ceritakan
ada air mata yang jatuh tanpa ingin disaksikan

Namun, kau tetap bertahan
Sebab bagimu, menuntut ilmu bukan sekadar perjalanan,
melainkan ikhtiar menjemput masa depan,
dengan iman sebagai akar dan adab sebagai pegangan.

Wahai santri
jangan ukur dirimu dari sederhana pakaianmu
jangan rendahkan mimpimu karena terbatas langkahmu
Di balik sarung, peci, dan kerudung yang bersahaja
tersimpan jiwa-jiwa tangguh yang kelak menerangi dunia

Hari Santri bukan hanya tentang mengenang sejarah
bukan sekadar seruan yang menggema sesaat
melainkan janji untuk terus menjaga amanah
merawat ilmu, meneguhkan akhlak, dan menebar manfaat

Kelak, ketika langkahmu meninggalkan gerbang pesantren
bawalah nilai-nilai yang tumbuh dalam setiap pembelajaran
Jadilah insan yang luas ilmunya, lembut tutur katanya
teguh pendiriannya, dan lapang hatinya

Sebab dunia tidak hanya membutuhkan mereka yang cerdas
tetapi juga manusia yang tahu cara berbuat ikhlas
Bukan hanya mereka yang pandai berbicara
tetapi yang menjadikan kebaikan nyata dalam laku dan karya

Selamat Hari Santri

Teruslah mengaji, meski zaman berlari
Teruslah berbakti, meski jalan tak selalu pasti
Teguhkan iman, tinggikan cita-cita
dan biarkan akhlak menjadi cahaya
yang tak pernah padam sepanjang usia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *